Produsen mobil asal Jerman, Volkswagen (VW) memutuskan berhenti mengembangkan mobil berbahan bakar fosil atau dikenal juga dengan sebutan Internal Combustion Engine (ICE). Langkah ini diambil supaya mobil-mobil Volkswagen, khususnya yang dipasarkan di Eropa dapat memenuhi standar emisi Euro7 yang akan segera diterbitkan.

Chief Executive Officer (CEO) Volkswagen Ralf Brandstaetter, sebagaimana diberitakan Paultan, Rabu (24/3/2021) mengatakan nantinya mesin berbahan bakar fosil masih tetap ada. Namun akan dikawinkan dengan motor listrik supaya dapat memenuhi standar Euro 7.

Sebagian besar dari mobil Volkswagen yang akan datang ditawarkan dengan teknologi mild hybrid hingga akhir dekade ini. Kemudian selanjutnya, Volkswagen fokus memasarkan mobil listrik murni kepada konsumen.

Brandstaetter manambahkan Volkswagen akan menggunakan keuntungan dari penjualan mobil berbahan bakar fosil untuk membiayai pengembangan kendaraan listrik (electric vehicle/EV).

Pihaknya menargetkan sekira 70% dari total penjualan Volkswagen di Eropa didominasi oleh mobil listrik pada 2030. Sedangkan di pasar China dan Amerika Serikat sekira 50%.

Fasilitas produksi milik Volkswagen di Zwickau, Jerman telah berhenti memproduksi mobil berbahan bakar fosil. Model terakhir yang diproduksi di sana adalah Volkswagen Mk7.5 Golf R Estate dengan warna Oryx White Pearl.

Pabrik tersebut sekarang hanya memproduksi mobil listrik murni dan ditargetkan menjadi pabrik kendaraan listrik terbesar di Eropa.

Adapun kendaraan listrik pertama Volkswagen yang telah masuk dapur produksi yaitu ID.3.

Volkswagen menargetkan produksi ID.3 sebanyak 330 ribu unit per tahun.

Sementara itu produsen mobil lain asal Eropa, Volvo juga memiliki rencana yang mirip seperti Volkswagen.

Volvo secara resmi telah mengumumkan akan berhenti memproduksi semua mobil berbahan bakar fosil pada 2030.

Produsen mobil mewah dari Swedia itu tidak lagi menjual mobil bermesin konvensioal atau dengan teknologi hybrid, jadi hanya menyiaakan kendaraan listrik berbasis baterai atau Battery Electric Vehicle (BEV).

Audi dan BMW Masih Andalkan Mobil Berbahan Bakar Fosil

Saudara Volkswagen yakni Audi masih tetap mempertahankan mesin berbahan bakar fosil.

Kantor berita Jerman, Automobilwoche membeberkan bahwa Audi tidak akan lagi mengembangkan mesin ICE baru. Tetapi bakal memperbaiki kualitas mesin yang ada agar dapat memenuhi standar emisi baru.

 

Berbeda dengan BMW, nampaknya produsen mobil mewah itu masih optimis dengan mesin berbahan bakar fosil.

CEO BMW, Oliver Zipse baru-baru ini dalam cuitannya di Twitter mengatakan bahwa perusahaan tidak memiliki rencana untuk menghentikan pengembangan mesin ICE. Sebab, permintaan masih tetap tinggi dalam bertahun-tahun ke depan.

Sumber : https://www.carmudi.co.id/journal/volkswagen-berhenti-kembangkan-mobil-berbahan-bakar-fosil/